Workshop Capaian Kader
Sunday, October 2, 2011
Denpasar (2/10). Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mempunyai motto “Bekerja Untuk Semua” yang berarti PKS akan bekerja untuk menjadi pelayan masyarakat dengan segala kemampuan tanpa membedakan latar belakang masyarakat. Seperti yang dilakukan oleh seluruh anggota DPD PKS Kota Denpasar hari ini juga merupakan bagian pemberian pelayanan kepada masyarakat. Bertempat di Hotel Oranjje, jalan Hayam Wuruk Renon Denpasar. Acara ini merupakan bagian dari program Bidang Pembinaan Kader (BPK), salah satu bidang yang berkonsentrasi terhadap kualitas maupun kuantitas kadernya.Acara yang dimulai jam 09.00 wita ini dihadiri oleh sekitar 112 peserta dengan susunan acara yang sangat padat. Acara yang dipandu oleh bapak M. Rifky dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh bapak Pion, kemudian dilanjutkan dengan sambutan ketua BPK DPD PKS Kota Denpasar bapak Fahmi Fadhilah yang menyampaikan tentang capaian kader. Dilanjutkan dengan arahan oleh Sekretaris BPK DPW PKS Bali bapak Helmi yang menekankan bagaimana pentingnya capaian baik kualitas maupun kuantitas yang harus dilaksanakan dan dijaga oleh seluruh kader.
Ice breaker berkaitan tentang fokus dan konsentrasi dipandu oleh Bang Lubis bertujuan memompa motivasi peserta untuk mengikuti rangkaian acara satu hari penuh. Arahan dari bapak Tusdy (staff BPK DPW) merupakan rangkaian acara selanjutnya yang menyampaikan tentang strategi capaian kader yang selama ini masih memerlukan perbaikan baik dari segi kualitas maupun kuantitas.Acara inti dalam workshop hari ini adalah diskusi masing-masing kelompok kerja, berkaitan dengan analisis SWOT, strategi, dan action plan tentang agenda-agenda yang sangat urgen. Kurang lebih sekitar 75 menit diskusi berlangsung tibalah saatnya ISHOMA (Istirahat, Sholat, Makan).
Usai sholat dzuhur dan makan siang, acara yang ditunggu oleh seluruh kader yaitu tausyiah dari ustad H. Anang Setiono. Beliau menyampaikan kepada seluruh kader untuk bekerja sungguh-sungguh dalam rangka untuk memberikan pelayanan terbaik kepada umat (masyarakat). Beliau juga menekankan agar kader tidak hanya duduk diam tanpa bergerak karena itulah aib terbesar bagi seorang dai.Presentasi hasil diskusi merupakan rangkain acara terakhir sebelum ditutup dengan doa oleh ustad Badrud Tamam. Acara berakhir pukul 17.00 wita.(wd)
1 comments:
oke lah pokoknya..thank ya
Post a Comment
Terimakasih atas komentar, saran dan masukan Anda. Silakan masukkan nama Anda pada kolom Name/URL.